Kecelakaan tragis merenggut nyawa seorang pria di Surabaya saat sedang melakukan aktivitas membersihkan tandon air (torrent) di rumahnya. Pria yang diketahui bernama Joko Susanto (45 tahun), warga Jalan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, ditemukan tewas terpeleset di dalam tandon air pada Senin sore, 14 April 2025, sekitar pukul 16.00 WIB. Kejadian nahas ini diduga terjadi akibat korban kehilangan keseimbangan saat membersihkan lumut dan kotoran di dalam tandon air tersebut.
Menurut keterangan saksi mata, yakni istri korban, Ibu Siti (42 tahun), suaminya sejak pagi berencana membersihkan tandon air di belakang rumah. Sekitar pukul 15.30 WIB, Ibu Siti merasa curiga karena suaminya tak kunjung keluar dari area tandon air. Setelah beberapa kali memanggil dan tidak ada jawaban, Ibu Siti kemudian memeriksa dan mendapati suaminya sudah tergeletak di dasar tandon air dalam kondisi tidak bergerak. Diduga kuat, korban tewas terpeleset saat membersihkan bagian dalam tandon yang licin.
Warga sekitar yang mendengar teriakan histeris Ibu Siti segera datang memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tewas terpeleset ini kepada pihak kepolisian Polsek Kenjeran. Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas setempat segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap korban. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia akibat benturan keras di kepala saat terjatuh di dalam tandon air yang kosong.
Kapolsek Kenjeran, Kompol Aris Budiarto, S.H., M.Si., saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian menjelaskan bahwa pihaknya menduga kuat korban tewas terpeleset akibat kelalaian saat membersihkan tandon air. “Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan dalam kejadian ini. Kami menduga korban tewas terpeleset dan kepalanya terbentur keras saat membersihkan tandon air yang kondisinya licin,” ujar Kompol Aris Budiarto.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan visum et repertum guna memastikan penyebab pasti kematian. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melakukan pekerjaan yang berpotensi membahayakan, terutama di area yang licin atau berada di ketinggian. Tragedi tewas terpeleset ini menjadi pengingat akan pentingnya mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas.