Flores Timur Terisolir: Plat Duiker Putus, 13 Desa Terhambat

Kabar buruk datang dari Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana sebanyak 13 desa dilaporkan terisolir akibat putusnya plat duiker (gorong-gorong) yang menjadi penghubung vital antar wilayah. Insiden ini terjadi di wilayah Tanjung Bunga dan menyebabkan aktivitas masyarakat, terutama perekonomian, menjadi lumpuh.

Plat duiker dengan panjang sekitar lima meter tersebut ambruk akibat tergerus banjir yang terjadi pada Kamis (30/1/2025) malam. Putusnya akses jalan ini secara langsung memutus rantai pasokan dan distribusi barang, terutama hasil pertanian dan perdagangan dari Tanjung Bunga menuju Larantuka, ibu kota Flores Timur, dan sebaliknya.

Dampak Putusnya Plat Duiker Flores Timur:

  • 13 Desa Terisolir: Akses keluar masuk desa terputus.
  • Lumpuhnya Ekonomi: Terhambatnya aktivitas pertanian dan perdagangan.
  • Keterbatasan Mobilitas: Warga kesulitan beraktivitas sehari-hari.
  • Potensi Krisis Pangan: Terganggunya pasokan kebutuhan pokok.
  • Tidak Ada Jalur Alternatif: Memperparah kondisi isolasi.
  • Urgensi Perbaikan: Mendesaknya tindakan cepat dari pemerintah.

Camat Tanjung Bunga, Dionisius Aliandu, menjelaskan bahwa plat duiker yang ambruk ini merupakan satu-satunya akses utama bagi masyarakat di 13 desa tersebut untuk menuju Larantuka. Akibatnya, aktivitas masyarakat menjadi terhambat total. Desa-desa yang terisolir meliputi Desa Ratu Lodong, Desa Sinar Hadigala, Desa Bandona, Desa Bahinga, Desa Waibao, Desa Nusa Nipa, Desa Lamanabi, Desa Aransina, Desa Laton Liwo 1, Desa Laton Liwo 2, Desa Lamatutu, Desa Tone, dan Desa Patisirawalang Walang.  

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil tindakan cepat untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak ini. Mengingat vitalnya akses jalan tersebut bagi kehidupan masyarakat, perbaikan plat duiker harus menjadi prioritas utama. Masyarakat setempat berharap agar pemerintah segera bertindak agar aktivitas perekonomian dan mobilitas warga dapat kembali normal.

Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya jalur alternatif yang memadai, sehingga mobilitas warga benar-benar terhenti. Para pelajar dan pekerja pun tidak dapat beraktivitas seperti biasa. Pemerintah daerah diharapkan segera mengerahkan alat berat dan tim teknis untuk membangun jembatan darurat atau memperbaiki plat duiker secepatnya, mengingat kebutuhan mendesak masyarakat akan akses transportasi.

Related Post