Pernahkah Anda merasa sulit berhenti menggeser layar ponsel meskipun berita yang Anda baca membuat hati merasa tidak tenang? Fenomena ini dikenal dengan istilah Sindrom Doomscrolling, sebuah kebiasaan modern di mana seseorang secara terus-menerus mengonsumsi berita negatif di media sosial. Di tengah arus informasi yang tak terbendung, banyak individu yang terjebak dalam siklus mencari kabar buruk, mulai dari bencana alam, konflik politik, hingga krisis ekonomi. Tanpa disadari, aktivitas ini secara perlahan mengikis kesehatan mental dan menciptakan kecemasan kronis yang sulit untuk dihilangkan.
Dampak dari Sindrom Doomscrolling tidak bisa disepelekan, karena otak manusia secara alami dirancang untuk lebih peka terhadap ancaman. Ketika kita terus-menerus disuguhi informasi yang menakutkan, sistem saraf akan tetap berada dalam kondisi waspada atau fight-or-flight. Hal ini menyebabkan gangguan tidur, penurunan produktivitas, hingga perasaan putus asa terhadap masa depan. Banyak orang yang merasa bahwa dengan membaca berita buruk, mereka menjadi lebih waspada, padahal yang terjadi justru sebaliknya; mereka menjadi lumpuh secara emosional karena beban informasi yang terlalu berat.
Untuk mengatasi Sindrom Doomscrolling, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membatasi waktu penggunaan media sosial secara ketat. Anda bisa mulai dengan mengatur jadwal kapan boleh membuka aplikasi berita dan kapan harus meletakkan ponsel sepenuhnya. Selain itu, kurasi akun yang Anda ikuti menjadi sangat penting. Pilihlah sumber informasi yang memberikan fakta secara objektif tanpa bumbu sensasionalisme yang berlebihan. Mengalihkan perhatian pada aktivitas fisik atau hobi yang melibatkan interaksi dunia nyata dapat membantu otak untuk “beristirahat” dari tekanan konten digital yang toksik.
Kesadaran akan bahaya Sindrom Doomscrolling juga harus dibarengi dengan praktik mindfulness. Saat Anda mulai merasa jari Anda bergerak secara otomatis mencari berita buruk, berhentilah sejenak dan ambil napas dalam-dalam. Tanyakan pada diri sendiri apakah informasi tersebut benar-benar bermanfaat bagi kehidupan Anda saat ini atau hanya menambah beban pikiran. Melatih diri untuk fokus pada hal-hal kecil yang bisa disyukuri setiap hari adalah penawar yang ampuh untuk melawan rasa cemas yang ditimbulkan oleh hiruk pikuk berita negatif di internet.