Bus Mogok Melintang, Jalan Juanda Depok Macet Total

Depok, Jawa Barat – Kemacetan panjang terjadi di Jalan Juanda, Depok, pada hari Minggu, 3 Maret 2024. Penyebabnya adalah sebuah bus mogok melintang di tengah jalan, menghalangi arus lalu lintas dari arah Jalan Raya Bogor menuju Jalan Margonda.

Bus mogok tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Akibatnya, kemacetan mengular hingga persimpangan Jalan Raya Bogor dengan Jalan Juanda. Kendaraan dari berbagai arah terpaksa merayap, bahkan berhenti total di beberapa titik.

Bus mogok ini bikin macet parah. Saya sudah terjebak di sini hampir satu jam,” keluh Bapak Andi, seorang pengendara mobil yang terjebak kemacetan.

Menurut saksi mata, bus mogok melintang tersebut diduga mengalami masalah pada mesinnya. Sopir bus berusaha memperbaiki mesin, namun tidak berhasil. Akhirnya, bus tersebut terpaksa diderek untuk dievakuasi. Tak selang lama arus kemacetan terjadi di sepanjang jalan, di perkirakan akan terjebak macet dalam waktu lama.

“Sepertinya mesin busnya mati. Sopirnya sudah berusaha memperbaikinya, tapi tidak bisa,” ujar Bapak Iwan, seorang warga sekitar.

Petugas kepolisian dari Polres Metro Depok segera tiba di lokasi kejadian untuk mengatur lalu lintas. Mereka memberlakukan sistem contraflow agar kendaraan dari arah Jalan Margonda menuju Jalan Raya Bogor tetap bisa melintas. Pada akhirnya kemacetan sedikit demi sedikit mulai berjalan, berkat bantuan dari pihak kepolisian.

“Kami sudah memberlakukan sistem contraflow untuk mengurangi kemacetan. Kami juga sedang berusaha mengevakuasi bus mogok tersebut secepatnya,” kata Kompol Multazam Lisendra, Kasat Lantas Polres Metro Depok.

Evakuasi bus mogok membutuhkan waktu cukup lama. Pasalnya, posisi bus yang melintang membuat proses evakuasi menjadi sulit. Setelah sekitar dua jam, bus akhirnya berhasil dievakuasi dan lalu lintas kembali normal. Diperlukan setidaknya beberapa tukang untuk memperbaiki bus tersebut.

Kemacetan akibat bus mogok ini menyebabkan kerugian waktu dan materi bagi banyak orang. Para pekerja terlambat sampai kantor, sementara para pedagang kehilangan potensi penjualan. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya perawatan kendaraan secara berkala untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Related Post